Ads Top

Catatan Fenomena Krisis Listrik di Palu

Kasihan! Ibukota provinsi Sulawesi Tengah, dibilang krisis listrik. Pemadaman listrik bergilir itu sudah jadi musiman setiap tahun. Tetap tenang semua terjadwal sesuai porsinya.

Layaknya super skinny jeans ala era tahun 2000-an, pemadaman listrik di Palu masih eksis dan menjadi tren yang tiada matinya. Sulit terbantahkan, mungkin karena memang masih ada peminatnya. Bayar tagihan dulu. Jangan lupa sekarang listrik pintar.

Tetap tenang listrik padam, kan ada bioskop yang menghibur dengan takjubnya untuk mengisi kekosongan waktu di kala acara tv semakin membosankan, tongkrongan minim faedah, ditambah masuknya musim pemadaman listrik, bahkan musim-musim lainnya.

Kalau ada yang tanya tentang Palu, menceritakannya secara terang-terangan bisa melegahkan perasaan sebagai warga yang prihatin. Anggap saja sebagai lelucuan, yang sekedar untuk berbagi tawa disamping ketidakmampuan menahan rasa cinta. Fokus.

Kembali dalam fenomena krisis listrik, yang ternyata terus menampung cerita menarik dari waktu ke waktu, mulai dari adanya kebijakan tertentu, kriminalitas di masyarakat, kerusakan infrastruktur, bahkan lelucon konyol dalam kegelapan yang mempunyai kenikmatan tersendiri untuk diwajarkan. Pasrah.

Dalam beberapa tahun belakangan sampai saat ini, keterbelakangan Palu tak luput dari masalah pemadaman listrik. Dengan minimnya kemampuan mesin pembangkit, kekurangan pasokan bahan bakar, keruwetan jaringan penyuplai listrik, bahkan kerusakan unit-unit infrastrukturnya yang tanpa sengaja karena mungkin tiada pemantauan dan sebagainya. Alasannya.

Sedikit bersemedi di tengah sialnya mendapatkan giliran pemadaman listrik. Ternyata membesitkan pikiran untuk mencari catatan tentang listrik di Palu, yang mungkin bisa merepresentasikan masalahnya selama ini.

Sekedar ingin menggali dan mengulik catatan tentang listrik, berikut ini beberapa pemberitaan yang diurutkan dari tahun ke tahun dengan berbagai sumber. Menyiasati dan memahami informasi adalah keharusan untuk membuat kesimpulan masing-masing. Seluruh pemberitaan diurai secara ringkas supaya tidak malas dibaca tapi tetap menyesuaikan pada esensi pesannya.


Di Palu Pemadaman Listrik Bergilir Lagi
Kompas.com - 15/02/2008

PLTU unit Satu mengalami gangguan, sehingga PLN setempat kembali memberlakukan pemadaman bergilir aliran listrik hingga batas waktu belum diketahui.

Asisten Manager Bidang Pembangkitan PT. PLN Cabang Palu, Ventje Wugouw di Palu, Jumat, mengatakan pemadaman bergilir yang sudah berlangsung tiga hari terakhir ini, akibat salah satu dari dua unit PLTU mengalami gangguan dan kini masih dalam perbaikan. Mesin PLTU Unit Satu berkapasitas 1x15 megawatt (MW) mengalami gangguan, menyebabkan suplai daya listrik untuk sistem kelistrikan Palu berkurang.

"Otomatis kami harus kembali melakukan pemadaman bergilir agar pasokan daya listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri  merata," katanya.
  
Sistem kelistrikan Palu yang juga memenuhi sebagian kebutuhan listrik di sejumlah desa Kabupaten Donggala sampai saat ini sangat tergantung pada PLTU, sebab mesin-mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) yang dimiliki PLN rata-rata sudah menurun kemampuannya karena sudah beroperasi diatas 15 tahun.

"Pemadaman tidak bisa dihindari, sebab sistem kelistrikan di Palu hingga kini masih mengalami defisit daya listrik," ujar Wugouw seraya meminta masyarakat dapat memahaminya.

Namun, jika Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Kabupaten Poso dan PLTA Gumbasa di Kabupaten Donggala sudah beroperasi, beberapa kabupaten/kota, termasuk Palu dijamin bebas dari krisis listrik berkepanjangan.

Pembangunan proyek PLTA Sulewana diperkirakan rampung dan sudah mulai mensuplai daya listrik pada akhir 2009 atau awal 2010. Sementara pembangunan PLTA Gumbasa yang memanfaatkan sumber air Danau Lindu baru akan dimulai 2009.
*

Tujuh Jam Listrik Mati di Palu
Kompas.com - 10/09/2009

KOMPAS.com - Listrik pasokan PLN di sebagian besar jaringan "Sistem Kelistrikan Palu", Sulawesi Tengah, padam sekitar tujuh jam yaitu sejak Rabu petang hingga Kamis dini hari. Akibatnya, aktivitas keseharian masyarakat setempat menjadi terganggu.
   
Bahkan akibat pemadaman sangat panjang ini, banyak warga Kota Palu mengeluh, antara lain karena mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, baik dengan cara menggunakan pompa penyedot air tanah  maupun melalui jalur distribusi PDAM.

"Dari jam tujuh malam tadi air di rumah kami sudah habis, karena dari awalnya kami tidak mengetahui kalau ada jadwal pemadaman bergilir. Padahal ketika itu orang seisi rumah sangat membutuhkan air untuk membersihkan diri hendak ke masjid guna salat tarawih," keluh Adi, warga Kelurahan Talise di Palu Timur,  Rabu (9/9) malam.

Ia menambahkan, kesulitan serupa dialami oleh banyak tetanggannya, namun umumnya mereka tidak terlalu memusingkan dengan pemadaman listrik berkepanjangan tersebut karena sudah menjadi pengalaman panjang selama beberapa tahun terakhir, kecuali saat mau tidur mengeluh kegerahan akibat tak bisa menghidupkan kipas angin.

Sementara itu,  pada pusat-pusat perbelanjaan di Kawasan Hasanuddin, Kawasan Monginsidi, dan Kawasan Gajah Mada,  pada Rabu malam terlihat hampir semua toko yang buka terpaksa menghidupkan mesin genset untuk menerangi tempat jualannya yang mulai dipadati pengunjung untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1430 Hijriah yang tidak lama lagi.
   
Karena umumnya kemampuan genset mereka sangat terbatas, sebagian besar mesin pendingin (AC) di ruangan panjangan barang jualan tidak dihidupkan, sehingga pengunjung pun ikut kegerahan. "Mau bagaimana lagi. Sudah begini keadaan Kota Palu yang tidak pernah luput dari pemadaman listrik," keluh Asun, anggota keluarga dari pemilik sebuah toko pakaian di kawasan Pusat Perbelanjaan Hasanuddin.

Akibat pemadaman aliran listrik mulai Rabu sekitar pukul 17:30 hingga Kamis sekitar pukul 00:20 waktu setempat, banyak pengelola warung internet di Palu mengaku kehilangan penghasilan cukup besar sebab tak bisa melayani pengunjung di waktu-waktu ramai tersebut.

"Sudah saatnya PLN Cabang Palu, PLTU Palu, dan pemerintah daerah setempat duduk Satu Meja menyelesaikan permasalahan kelistrikan ini, karena sudah sangat mengganggu masyarakat luas," pinta Dedy, wartawan sebuah koran lokal setempat.

Sebelumnya, Humas PLN Cabang Palu, Petrus Walasary, mengatakan pemadaman listrik pada Sistem Palu yang melayani lebih 170.000 pelanggan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi-Moutong, masih akan berlanjut hingga batas waktu belum ditentukan.

"Program pemadaman listrik ini masih akan berlangsung, karena PLN Cabang Palu mengalami defisit daya cukup besar akibat dua unit mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Silae di Palu Barat yang mengalami kerusakan, masih belum berhasil diperbaiki teknisi PLN," katanya.

Dua dari sejumlah unit mesin PLTD yang rusak dimaksud, adalah unit VIII dan X. PLTD Silae sendiri memiliki daya listrik terpasang sampai sekitar 36 megawatt (Mw), namun karena sebagian besar mesin yang ada sudah termakan usia, sehingga daya mampunya menyusut drastis tinggal berkisar 20-22 Mw.

Sementara itu, harapan PLN setempat terhadap PLTU Palu yang memiliki daya listrik  terpasang 2x15 Mw sebagai andalan pemasok kebutuhan listrik pada Sistem Palu tidak bisa terpenuhi secara maksimal, sebab PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang dikelola pihak swasta ini setiap hari hanya bisa melepas daya berkisar 21,5 Mw. Total daya mampu mesin PLTD Silae dan PLTU Palu dewasa ini hanya sekitar 43 Mw, sementara beban puncak pada Sistem Palu antara pukul 17:30-22:30 Wita hingga mencapai 51 Mw.
* 
  
Listrik di Palu Padam, Dahlan Terisak
Selasa, 18 Mei 2010

VIVAnews – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan terisak di rapat dengar pendapat Komisi VII DPR. Ia sedih melihat masih ada ibu kota provinsi di Indonesia yang masih harus mengalami pemadaman listrik.
 
“Saya sudah tidak tahan, masih ada ibu kota propinsi yang tidak punya listrik,” ujar Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
 
Menurut Dahlan, adalah hal yang sangat tidak wajar jika sampai tahun 2010 ini masih ada wilayah di Indonesia, apalagi ibu kota provinsi, yang tidak memiliki akses listrik.
Penjelasan Dahlan terkait dengan kondisi listrik di Palu, Sulawesi Tengah, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Saking kesalnya, Dahlan bahkan menyatakan berani menandatangani surat keputusan direksi untuk mengatur perjanjian jual beli listrik khusus daerah Palu.
*
Pemadaman Listrik Palu Memakan Korban 
Rabu, 19 Mei 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemadaman listrik bergilir yang sangat parah di Palu dan tiga kabupaten lain Provinsi Sulawesi Tengah, mulai memakan korban jiwa. Sebanyak lima anggota keluarga di Palu Barat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Anutapura akibat keracunan asap mesin listrik (Genset), Selasa dini hari (18/5).

Satu diantaranya tewas, sementara tiga lainnya hingga sore kemarin dalam keadaan kritis. Peristiwa itu bermula saat pemadaman bergilir listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negera Palu di Jalan Imam Bonjol, Palu Barat. Seperti biasa Hasanudin, 58, menyalakan genset mereka. Awalnya mesin listrik tersebut diletakkan di teras toko, namun khawatir soal keamanan, Hasanudin kemudian memasukkan mesin listrik dalam ruangan.

Sekitar pukul 19:00 seluruh anggota keluarga tertidur pada ruangan toko, tempat mesin listrik tersebut diletakkan. “Saat kejadian seluruh korban dalam keadaan tidur,” kata Kepala Kepolisian Sektor Palu Barat, Ajun Komisaris Achmad Darmianto
.
Beberapa warga yang curiga terhadap gumpalan asap dari ruangan toko, langsung mendobrak pintu toko, keempat korban ditemukan dalam keadaan lemas. Keempat korban masing-masing Hasanudin, 58, Andi Hariyadi, 33, Mariani, 32, dan seorang bayi bernama Aptal, 9 bulan, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Anutapura.

Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu jam, Aptal kemudian tewas, sementara tiga korban Hasanudin (kakek korban), Andi Hariyadi (Ayah korban), dan Mariani (Ibu korban) terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Undata dalam kondisi sekarat. Korban Aptal dipastikan tewas akibat kekurangan oksigen dan racun asap mesin listrik yang mengendap di dalam tubuhnya. “Akibat kekurangan oksigen,” kata Kepala Polsek. Sementara itu pemadaman listrik Palu berpola 3:9, yakni tiga jam menyala dan padam sembilan jam sudah berlangsung hari ke empat. Warga mulai resah akibat pemadaman itu.

Warga di BTN Palupi mengaku kesulitan mengkomsumsi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palu karena pompanisasi PDAM tak berfungsi akibat pemadaman. “Saya dengar dari Masjid warga disuruh mengambil air wudhu di rumah masing-masing karena air di masjid tak ada,” kata Surya, warga BTN Palupi.
*

Pemadaman Listrik Palu karena Pasokan Daya Berkurang
Senin, 24 Januari 2011

Palu (ANTARA News) - Pemadaman aliran listrik di Palu, Sulawesi Tengah dalam beberapa hari terakhir ini karena pasokan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkurang. Humas PT PLN Cabang Palu Petrus Walasary, Senin, menjelaskan, terjadinya pemadaman dalam beberapa hari terakhir dikarenakan suplai daya listrik PLTU turun drastis.

"Ya dalam beberapa hari ini PLTU hanya mampu mensuplai daya tujuh sampai delapan megawatt," katanya.

Dalam kondisi normal, dua unit mesin PLTU di Palu mampu mensuplai daya listrik ke PLN setempat berkisar 22-24 megawatt. Menurut dia, berkurangnya suplai daya dari PLTU karena salah satu dari dua unit tidak beroperasi.

PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) selaku perusahaan yang mengelolah PLTU sengaja tidak mengoperasikan salah satu mesin PLTU sebab stok batu bara semakin menipis. Sementara kapal tongkang yang mengangkut batu bara untuk kebutuhan PLTU belum tiba.

Jika pasokan batu bara belum juga tiba dalam satu-dua hari kedepan ini, dipastikan pemadaman bergilir aliran listrik di Palu masih terus berlangsung. "Dalam beberapa hari ini masih akan ada pemadaman," kata Walasary.

Sementara Kuasa Direksi PT PJPP Palu Djati Nugroho berharap dalam waktu dekat ini kapal tongkang pengangkut batu bara tiba di Palu. Ia mengaku sudah beberapa hari ini salah satu dari dua unit PLTU berkapasitas 15 megawatt tidak beroperasi karena stok batu bara menipis. Agar suplai daya tetap berlangsung meski relatif kecil, tapi mesin unit satu PLTU s tetap dioperasikan.

Memang daya yang disuplai ke PLN hanya sekitar tujuh megawatt, tapi dari pada tidak sama sekali, maka mesin PLTU unit satu tetap dioperasikan, meski hanya mampu mensuplai daya tujuh megawatt. Pengadaan batu bara untuk kebutuhan PLTU Palu sampai saat ini masih ditangani langsung oleh PLN.
*

Pemadaman Listrik Di Palu Akibat Gangguan Gardu Maesa
Kamis, 15 November 2012

"Gangguan ini semata-mata di luar kemampuan PLN," kata Manager PT PLN Area Palu Suroso.

Palu - Manager PT PLN Area Palu di Sulawesi Tengah, Suroso mengatakan pemadaman listrik pada Rabu (14/11) malam akibat adanya gangguan pada salah satu gardu di Kecamatan Palu Selatan. Akibatnya, kata Suroso, Kamis sebagian Kota Palu dan beberapa desa di Kabupaten Sigi selama beberapa jam tidak mendapat pasokan listrik.

"Bukan hanya di Palu, tetapi sampai di Kecamatan Kulawi dan Palolo juga listrik padam," katanya.

Ia menjelaskan, padamnya listrik karena adanya gangguan busbar gardu hubung di wilayah Maesa, Kelurahan Lolu, Kecamatan Palu Selatan.
Gangguan cukup parah sehingga untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu berjam-jam.

Atas pemadaman tersebut, seluruh managemen PLN Area Palu menyampaikan permohonan maaf bagi masyarakat di Kota Palu maupun sejumlah desa di Kecamatan Palolo dan Kulawi, Kabupaten Sigi yang tidak mendapatkan pasokan listrik selama beberapa jam.

Sistem kelistrikan di Kota Palu dan beberapa kabupaten tetangga saat ini masih disuplai dari lima unit pembangkit PLTU Mpanau, PLTD Silae, mesin Sewatama, mesin Sewa Anggreko dan PLTD Parigi. Dari berbagai pembangkit itu telah terpasang daya hingga 103 megawatt, namun daya yang mampu dihasilkan hanya 77 Megawatt.
*

Listrik Di Palu Padam Hingga 12 Jam
Kamis, 15 November 2012

Palu - Pemadaman listrik di Kota Palu terjadi hingga sekitar 12 jam sejak Rabu (14/11) pukul 11.00 hingga Kamis pukul 00.30 WITA.

Pemadaman listrik terjadi hampir merata di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini. Bahkan, pemadaman listrik terjadi beberapa kali di sejumlah wilayah sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

"Masa, lampu menyala hanya sekitar 30 menit, setelah itu padam lagi hingga berjam-jam," kata Santi, seorang warga Palu Barat. Dia menilai pemadaman listrik hingga belasan jam tersebut sudah tidak wajar, karena kegiatan rumah tangga nyaris lumpuh karena tidak ada aliran listrik.

Ronny, warga lainnya, berharap PLN bisa bertanggung jawab dan menjelaskan apa yang terjadi sehingga terjadi pemadaman listrik hingga sekitar 10 jam. Menurutnya, PLN harus profesional karena selama ini `rajin` melakukan pemutusan sambungan listrik pelanggan yang menunggak membayar rekening. "Jangan hanya rajin memutus sambungan listrik, tapi pelayanan kepada pelanggan tidak diperbaiki," katanya.

Informasi yang dihimpun di PLN Palu menyebutkan, pemadaman listrik yang terjadi hingga berjam-jam itu disebabkan adanya gardu listrik yang rusak.
Sambil memperbaiki gardu tersebut, PLN melakukan pemadaman listrik secara bergilir agar tidak terjadi pemadaman total di Kota Palu.
*

Listrik di Sebagian Besar Kota Palu Padam
Kamis, 10 Januari 2013

Palu (ANTARA News) - Listrik di sebagian besar wilayah Kota Palu, padam pada Kamis malam akibat gangguan teknis pembangkit PLN setempat. Pemadaman yang berlangsung sejak pukul 21.00 WITA banyak mendapat keluhan dari warga Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Biasanya PLN Palu memberikan informasi terlebih dahulu melalui surat kabar jika akan melakukan pemadaman bergilir. Namun menurut PLN Palu sebelumnya telah mengumumkan akan memberlakukan pemadaman bergilir di sebagian besar wilayah di Kota Palu pada 4-8 Januari 2013 karena adanya perawatan berkala.

Sementara Evi, warga Palu Barat, mengaku sudah mulai terbiasa dengan pemadaman listrik bergilir di wilayahnya. "Untuk apa mengeluh, percuma. Nanti listrik juga pasti menyala," katanya.

Pada awal Desember 2012, pemadaman listrik di Kota Palu hingga selama 12 jam akibat penyambungan aliran gardu induk."Seharusnya setelah penyambungan itu, tidak ada lagi pemadaman," kata Evi.

Sistem kelistrikan di Kota Palu dan beberapa kabupaten tetangga saat ini masih disuplai dari lima unit pembangkit PLTU Palu, PLTD Silae, mesin Sewatama, mesin Sewa Anggreko dan PLTD Parigi. Dari berbagai pembangkit itu telah terpasang daya hingga 103 megawatt, namun daya yang mampu dihasilkan hanya sekitar 77 Megawatt.
*

PLTU Penau Rusak, Sebagian Kota Palu Gelap Gulita
03 Maret 2013

Dua hari terakhir sejak Jumat (1/2) sebagian kota Palu Sulawesi Tengah mengalami gelap gulita, gara-gara salah satu dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Penau Palu Utara Kota Palu yang mensuplai daya listrik bagi pelanggan listrik di kota ini mengalami gangguan transmisi 70 Kv sehingga tidak bisa beroperasi. Tetapi pihak PT PLN Area Palu terus berupaya melakukan perbaikan.

General Manager PT PLN Suluttenggo Santoso Januawarsono melalui pesan singkat menjelaskan atas laporan Manager PT PLN Area Palu, terpaksa dilakukan pemadaman listrik karena adanya gangguan PLTU Penau Palu Utara.

“Sistem kelistrikan di Kota palu sebagian terjadi pemadaman karena adanya gangguan transmisi 70 Kv salah satu mesin PLTU dan sedang dilakukan perbaikan” kata Santoso Januawasono. Manager PT PLN Area Palu Suroso menyatakan terpaksa pihak PT PLN Area Palu sudah dua hari Jumat (28/2) dan Sabtu (2/3) harus melakukan pemadaman secara bergilir .

“Salah satu unit PLTU Penau mengalami gangguan karena itu tidak bisa beroperas dan kini sedang dilakukan perbaikan” kata Suroso.

Dari pantauan dalam kota Palu Sabtu (2/3) malam, saat sejumlah warga kota Palu menikmati suasana akhir pekan, nampak sejumlah trafik light tidak berfungsi sehingga membuat sejumlah aparat Sat Lantas Polres Palu turun langsung untuk mengatur arus lalulintas, bahkan dibeberapa ruas jalan terlihat gelap gulita. Sejumlah lokasi pusat pertokoan yang mengalami pemadaman listrik harus menggunakan genset guna beraktivitas.

PT PLN Area Palu selama ini dalam memenuhi kebutuhan daya listrik khusus untuk kota palu dan sekitarnya masih ditopang dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Silae dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Penau.

Menurut Manager PT PLN Area Palu, Suroso, jika jaringan sistem transmisi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Solowana Poso yang dikelola oleh PT Poso Energi direncanakan mulai masuk Kota Palu Juni 2013 akan bisa mengatasi daya listrik Kota Palu dan sekitarnya. “Saat ini PLTA Solewana Poso sudah berfungsi dan mensuplai daya listrik ke wilayah Sulawesi Selatan. Dan rencana Juni 2013 jika sistem jaringan transmisi Poso-Palu telah selesai dikerjakan sudah bisa berfungsi” kata Suroso.
*

Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Landa Kota Palu
Jumat, 10 Mei 2013

PLTU yang selama ini mensuplai daya 26 MW (megawatt) setiap harinya, kini hanya mampu mempasok sekitar 17 MW.


Palu (antarasulteng.com) - PT PLN Area Palu kembali melakukan pemadaman listrik secara bergilir akibat berkurangnya pasokan daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau, Palu.

Manager PT PLN Area Palu, Suroso di Palu, Jumat mengatakan pemadaman bergilir dilakukan karena sistem kelistrikan Palu mengalami defisit daya listrik yang cukup besar.

"Kita kekurangan daya karena PLTU yang selama ini mensuplai daya 26 MW (megawatt) setiap harinya, kini hanya mampu mempasok sekitar 17 MW," katanya.

Sementara, PLN sendiri tidak memiliki cadangan pembangkit yang sewaktu-waktu dapat dioperasikan untuk menutupi kekurangan pasokan dari PLTU. PLN Palu masih sangat bergantung kepada PLTU dalam hal pasokan daya listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Karena daya listrik yang dihasilkan sejumlah mesin Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) milik PLN maupun mesin sewa dari pihak swasta belum memadai.

Jika PLTA Poso 3 yang berkapasitas 195 MW sudah mensuplai daya listrik ke Palu, dipastikan tidak akan pernah lagi pemadaman bergilir. Sesuai rencana, PLN akan mendapat pasokan daya listrik dari PLTA Poso 3 sebesar 60 MW. Sekarang ini tinggal menunggu rampungnya pembangunan jaringan transmisi dari Poso ke Palu.

Sistem kelistrikan Palu selama ini juga melayani kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Jumlah pelanggan listrik untuk sistem Palu saat ini mencapai 255.000 pelanggan.
*

Pemadaman Listrik Di Palu Kian Parah
Minggu, 19 Oktober 2014

Palu,  (antarasulteng.com) - Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kian parah karena terjadi hingga tiga kali dalam satu hari menyusul masih berlangsungnya perawatan PLTU setempat.

Pada Sabtu, pemadaman di Kecamatan Tatanga terjadi dua kali pada siang hari dan sekali pada malam hari dengan selisih beberapa jam. Setiap pemadaman berlangsung dua-tiga jam. Sejumlah pedagang juga mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir karena kinerja lemari pendingin makanan dan minuman terganggu.

Sebelumnya, Pemimpin PLN Cabang Palu Novalince Pamuso mengatakan salah satu mesin PLTU Mpanau mengalami kerusakan sehingga sistem kelistrikan di Kota Palu dan sebagian daerah tetangga terganggu.

PLTU Mpanau adalah penyuplai daya listrik terbesar di Ibu Kota Sulawesi Tengah dengan daya 2 x 13,5 MW. PLTU Mpanau yang dikelola PT Pusaka Jaya Palu Power mengalami kerusakan pada mesin "boiler" sehingga suplai listrik terganggu.

"Akibatnya kita kehilangan daya yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan listrik yang mencapai 50 - 60 MW pada saat beban puncak pukul 18.00-22.00," katanya.

PLN Cabang Palu sendiri melayani hampir 300.000 pelanggan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan sebagian di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong.
*

Pemadaman Listrik di Palu Semakin Tak Beraturan
Kamis , 05 Maret 2015


REPUBLIKA.CO.ID, PALU - Pelanggan listrik di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengeluhkan pemadaman, yang sudah berlangsung lebih dari sebulan terakhir ini, semakin tak beraturan.

"Listrik padam tidak lagi sesuai dengan jadwal pemadaman yang diberlakukan PLN," kata Marthen, seorang tukang mebel di Palu, Kamis.
Ia mengatakan dalam sehari sampai beberapa kali listrik padam.

Ditambah lagi, listrik padam hingga berjam-jam sehingga merugikan konsumen.
Menurut dia, awalnya, pemadaman listrik hanya berlangsung selama tiga jam dalam sehari siang atau malam hari. "Tapi akhir-akhir ini sampai enam jam listrik padam," keluhnya.

Selama pemberlakukan pemadaman bergilir, banyak buruh yang menganggur sementara, karena tidak bisa bekerja. Apalagi, lanjutnya, untuk pekerjaan mebel yang hanya dilakukan pada siang hari.

Manager PT PLN Area Palu, Novalince sebelumnya mengatakan pemadaman bergilir yang terjadi akibat dari sistem kelistrikan Palu mengalami defisit daya cukup besar.

"Kami kehilangan daya hingga 15 megawatt karena sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Silae Palu mengalami gangguan dan sedang dalam perbaikan," katanya.

Menurut dia, seandainya sistem Palu sudah mendapat pasokan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso-3, maka Palu tidak lagi krisis listrik. Suplai daya listrik dari PLTA Poso-3 diharapkan terealisasi dalam waktu dekat ini
.
* 
 
PLN: Pemadaman Listrik Di Palu Berakhir
Senin, 9 Maret 2015


Palu,  (antarasulteng.com) - Manager PT PLN Area Palu Sulawesi Tengah Novalince mengatakan, pemadaman listrik di Palu yang berlangsung lebih sebulan terakhir, kini sudah berakhir dengan masuknya suplai daya PLTA Sulewana Poso.

"Hari ini dijamin tidak ada lagi pemadaman bergilir," katanya di lokasi gardu induk jaringan transmisi PLN di Sidera, Kabupaten Sigi.

Ia mengatakan, tahap pertama suplai daya listrik dari PLTA Sulewana Poso ke gardu induk PLN di Sidera baru sekitar 24 megawaat (MW). Sebelum daya masuk ke sistem kelistrikan Palu, kata Novalince telah dilakukan uji coba pada Minggu (8/3) dan berjalan lancar.

Uji coba berjalan baik sesuai dengan rencana dan mulai Senin sore ini daya listrik PLTA Poso sudah langsung terkoneksi dengan jaringan listrik milik PT PLN Area Palu. Dengan suplai daya sebesar 24 MW, paling tidak untuk sementara ini sistem kelistrikan Palu sudah bisa bernafas sedikit. Artinya, tingkat pemadaman sudah semakin kecil, jika terjadi gangguan pada sejumlah mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) milik PT PJPP (Pustaka Jaya Palu Power).

Semula, PLN menargetkan suplai daya dari PLTA Poso pada akhir Februari 2015, namun baru terealisasi pekan kedua Maret 2015. Keterlambatan tersebut dikarenakan berbagai faktor, termasuk di antaranya kondisi cuaca yang tidak mendukung. Akibat cuaca tidak mendukung menghambat proses pembangunan transmisi dan jaringan di lokasi gardu induk PLN di Desa Sidera.

Wali Kota Palu, Rusdi Mastura mengatakan, cukup lama menanti suplai daya dari PLTA Poso. Kini sistem kelistrikan Palu yang selama ini melayani kebutuhan listrik di Kabupaten Sigi, Donggala dan sebagian desa di Kabupaten Parigi Moutong dan Kota Palu tidak lagi kekurangan daya. Meski baru 24 MW daya yang disuplai PLTA ke PLN Palu, namun daya sebesar itu sangat membantu PLN dalam memenuhi permintaan daya listrik di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.
*

PLN Palu : Pemadaman Listrik Masih Berlanjut
Kamis, 1 Oktober 2015

Palu, (antarasulteng.com) - Pemberlakukan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk di ibu kota provinsi masih berlanjut, kata manager PT PLN Area Palu, Novalince.

"Ya kami belum bisa pastikan, karena pekerjaan perbaikan tiang listrik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso yang rusak hingga kini belum juga rampung," katanya.

Akibat dari kerusakan tiga tower PLTA Poso beberapa waktu lalu, dan saat ini masih dalam perbaikan, sejumlah wilayah, termasuk Poso dilakukan pemadaman. Bahkan, kata Novalince, tingkat pemadaman di daerah itu terbilang sangat parah. Siang maupun malam padam total.

Sementara daerah lain yang juga terkenak dampak pemadaman bergilir adalah sebagian desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Donggala. Khusus tiga daerah tersebut, tingkat pemadaman bergilir sama seperti yang diterapkan di Kota Palu yaitu setiap enam jam listrik padam.

Namun jika perbaikan sudah selesai dan pasokan daya dari PLTA Poso ke Gardu Induk (GI) Sidera sebasar 24 megawatt (MW) kembali normal,PLN dipastikan tidak lagi memberlakukan program pemadaman listrik.

Akan tetapi, meski suplai daya PLTA sudah kembali normal, namun terjadi gangguan pada salah satu dari dua unit mesin pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mpanau, maka dengan sangat beras hati, PLN pasti memberlakukan kembali pemadaman.

Itu disebabkan karena PLN sendiri belum punya mesin pembangkit cadangan yang sewaktu-waktu digunakan jika terjadi gangguan pada PLTA dan PLTU. PLN Area Palu selama ini mensupli daya kepada masyarakat mengandalkan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD), PLTU dan PLTA Poso.
 
*

2017, Palu Diperkirakan Bebas Pemadaman Listrik
Senin, 01 Februari 2016

TEMPO.CO, Jakarta - Manager PLN Wilayah Palu Novalince Pamuso mengatakan Palu dan sekitarnya akan bebas pemadaman listrik pada 2017. "Pemadaman listrik terjadi karena kemampuan daya sekarang terbilang belum memadai," ucapnya di Palu, Senin, 1 Februari 2016.

Saat ini manajemen PLN sedang menunggu beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit III dan IV. Unit pembangkit tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Jika semua berjalan dengan normal, PLTU Unit III akan mulai beroperasi sekitar Juni 2016 dan PLTU Unit IV akhir 2016.

Pasokan listrik nantinya akan ditambah dari PLTA Sulewana Poso. Jadi, awal 2017, krisis listrik di Sulawesi Tengah akan teratasi. Selama ini, pasokan listrik di Palu dan sekitarnya mengandalkan pembangkit diesel yang mulai menurun kemampuan suplainya.
 
*

PLN Lakukan Pemadaman Listrik di Kota Palu
September 2016

Bisnis.com, JAKARTA - Upaya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk percepatan pemulihan pasokan listrik di Palu, akan menyebabkan pemadaman bergilir di wilayah tersebut.

Upaya tersebut adalah dengan memastikan proses penambahan suplai listrik dari beroperasinya unit 3 & 4 dari PLTU Mpanau dengan kapasitas 2x18. Selain itu, PLN juga mengupayakan agar jaringan transmisi yang menghubungkan antara GI Talise dengan GI Silae dapat segera beroperasi sehingga dapat lebih mengoptimalkan suplai listrik yang bersumber dari PLTA Sulewana Poso.

Untuk proses penambahan daya pembangkit dari unit 3 & 4, pihak pengelola PLTU Mpanau memerlukan pekerjaan instalasi penyambungan kabel dan power serta pemipaan yang menyebabkan unit 1 & 2 PLTU Mpanau harus berhenti beroperasi (shut down) selama kurang lebih 5 hari, mulai tanggal 9 hingga 13 April 2016. Adapun PLN menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh warga kota Palu dan sekitarnya.

Penambahan 2 Unit di PLTU Mpanau dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan daya pembangkit agar tetap terjaga dengan baik untuk melayani pelanggan. 

"Suplai listrik di Kota Palu dan beberapa kota di sekitarnya saat ini memang masih mengalami defisit daya yang mengharuskan kami untuk menempuh langkah berupa pengaturan beban sehingga suplai listrik kepada pelanggan disesuaikan dengan kemampuan pembangkit yang beroperasi" ujar Baringin Nababan, GM PLN Suluttenggo dalam rilisnya yang diterima Bisnis, Sabtu (9/4).

Saat ini beban puncak sistem kelistrikan Kota Palu mencapai sekitar 70 MW pada siang hari dan 80 MW pada malam hari. Dalam kondisi normal, pasokan listrik yang dibutuhkan oleh pelanggan PLN tersebut dapat dipenuhi melalui suplai listrik yang dihasilkan dari beberapa Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tersebar baik yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN maupun sewa.

Suplai listrik juga didapatkan dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau (milik swasta / Independent Power Producer) serta suplai listrik dari Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Poso yang disalurkan melalui jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Poso - Palu.

Namun beberapa waktu terakhir ini, pasokan listrik pada sistem Palu mengalami kendala yang dikarenakan oleh kurangnya suplai beberapa unit PLTD baik yang disebabkan karena menurunnya kemampuan pembangkit (derating) maupun gangguan operasional yang membutuhkan waktu untuk kegiatan perbaikannya, serta mundurnya waktu penyelesaian pekerjaan jaringan transmisi 150 kV dari arah Gardu Induk (GI) Sidera ke GI Silae dan GI Talise.

Kondisi ini menyebabkan Kota Palu dan sekitarnya sedang mengalami defisit daya sebesar 20 MW. Kondisi ini menyebabkan turunnya daya pasok listrik dari pembangkit yang ada, sehingga perlu dilakukan pengurangan beban atau pemadaman bergilir di sisi pelanggan. Pemadaman pada tanggal 9 April hingga 22 April akan dibagi 4 sesi dalam 1 hari, dimana masing masing wilayah
(penyulang/feeder) akan mengalami 2 kali pemadaman dalam sehari.

Unit 2 akan kembali beroperasi pada tanggal 13 April sedangkan Unit 1 akan beroperasi pada tanggal 23 April 2016 sehingga kondisi kelistrikan akan kembali normal seperti semula. PLN juga menghimbau dan mengajak peran serta aktif dari masyarakat pelanggan PLN agar lebih bijak dan lebih efisien dalam menggunakan listrik.

"Yaitu dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan untuk membantu mengurangi beban listrik yang ada, serta bagi pelanggan dengan daya listrik yang besar yang memilki genset, seperti : hotel, pusat bisnis dan pusat perbelanjaan dihimbau untuk berpartisipasi dengam mengoperasikan mesin Gensetnya (Captive Power) saat beban puncak, yaitu pada pukul 17.00-22.00 WITA," kata Baringin.

Hal ini bertujuan mengurangi dampak pemadaman dan suplai listrik bagi masyarakat luas (pelanggan rumah tangga) dapat tercukupi dan terlayani.
*

Dari rangkaian catatan diatas, ada banyak hal yang bisa kita tanggapi. Bagaimana pendapatmu tentang Kota Palu dan fenomena krisis listriknya? Siap menjadi warga Kota Palu?

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.