Ads Top

Perbincangan Usai Penampilan Ari Kriting dan Kemal Palevi


Sebuah perhelatan tawa bertajuk Stand Up Nite 1, diselenggarakan oleh Komunitas Stand Up Comedy Indonesia Palu, dan berlangsung di Balroom Palu Golden Hotel, pada sabtu malam (15/3/2014) yang lalu. Gelaran tersebut sangat mengundang sejumlah antusias para penikmat tawa di Kota Palu, pasalnya pada Stand Up Nite 1 menghadirkan dua Stand Up Comedian nasional yang ternama, yaitu Kemal Palevi dan Arie Kriting.

Sementara itu, adapula beberapa penampilan Stand Up Comedian Palu, diantaranya Lukman, Ical, dan Rendy, turut menggelikan jiwa dan raga para penonton yang telah berdatangan memenuhi gedung acara pada saat itu.

Namun pada kesempatan acara Stand Up Nite yang berlangsung, Majalah Terkam juga mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat berbincang bersama para bintang tamu, Kemal dan Arie. Walaupun dengan harus menunggu beberapa jam untuk bertemu waktu luang pun diberikan oleh kedua Stand Up Comedian tersebut.


Sekitar pukul 22.30 Wita, bertempat di ruang lobi Palu Golden Hotel. Waktu senggang pun diawali bersama Kemal Palevi, sesaat setelah ia menyelesaikan penampilannya Kemal berjalan melewati ruang lobi, dan kemudian berhasil disergap oleh majalah Terkam.

Hai Kemal! Bagaimana penampilanmu yang baru saja berlangsung? Apakah sesuai dengan apa yang telah dibayangkan sebelumnya?
Kemal: Hai! Ya enak, penontonya asik. Cuma ada beberapa materi yang di set gue masih kejakarta-jakartaan, jadinya ada materi yang disimpen dan gak jadi dibawain, karena takutnya nanti penonton gak paham. Jadi gue mencoba bawain saja materi yang lebih dekat dengan orang banyak. Kayak gitu doang. Sempat juga sih ngulur-ngulurin materi agar lebih pas dengan para penonton. Dan akhirnya itu teratasi, penonton bisa tertawa juga. Hehehee. 

Apa yang membedakan pembawaan materi Comedy antara di Palu dan di Jakarta?
Kemal: Bedalah, apalagi logatnya. Materi yang dibawakan juga harus disesuaikan, mulai dari isinya, hingga cara membawakannya. 

Bagaimana cara mengatasi kendala yang semacam itu?
Kemal: Biasanya, sebagai pemateri juga sudah punya setlist atau daftar materi yang akan dibawain. Jadi tinggal menempatkan saja, pada bagian-bagian mana yang pas buat orang-orang agar bisa tertawa.

Selain bergelut di Stand Up Comedy, apakah Kemal punya kesibukan lain?
Kemal: Ada. Kuliah, menulis dan juga saat ini coba bergelut sebagai aktor film. 

Bagaimana dengan nge-Band? Dengar-dengar Kemal juga punya Band yah. Seperti apa Band diusung itu?
Kemal: Oh iya! Namanya Three Years Waits, genre-nya Pop-Punk, dengan mengusung musik yang seperti New Found Glory, Sum 41, dan sebagainya. Tapi, saat ini lagi gak jalan sih, soalnya bagi waktunya agak susah.

Apakah band yang diusung itu sudah memilki karya lagu atau lainnya?

Kemal: Ada, beberapa lagu sudah dimasukkan ke situs web, seperti Reverbnation. Rencananya mau bikin album sih, tapi waktunya yang kurang pas. Sering ada kendala, jadi untuk saat ini ditunda dulu.


Sebenarnya apa tujuan dari membentuk band? Apakah hanya sekedar hiburan?
Kemal: Kalau untuk sekarang ini nge-band itu sekedar hiburan saja, senang-senang doang. Gue juga sudah main band dari SMA. Senang-senang tapi bisa menghasilkan uang, kan boleh juga itu. Hahahaa..

Jika memilih antara nge-Band, Stand Up Comedy, atau sebagai aktor film, Kemal pilih yang mana?
Kemal: Gue pilih sebagai aktor. Ya, saat ini kebetulan saya juga dipanggil bermain sebagai aktor, jadi mungkin disitu rejekinya. Dan enak saja kalau jadi aktor itu kita bisa mempelajari sifat dari orang lain. Jadi, menurutku itu seru. 

Apa harapan Kemal Palevi setelah tampil di Kota Palu ini?
Kemal: Semoga di Palu ada bioskop. Hahaha.. Dan punya buayayang lebih banyak lagi. Kemudian untuk teman-teman Stand Up Comedy Palu, kalau bisa nyari materi yang gak hanya membahas Kota Palu doang. Pembahasan yang luas itu sangat menarik, karena berkaitan dengan banyak orang. Itu saja sih.

***


Pembicaraan bersama Kemal pun usai selama 20 menit lamanya. Kembali menuju ruang lobi hotel, tampak Ari sedang asik berfoto ria bersama para penonton yang tak ingin melewatkan momentum pada sabtu malam itu. Menunggu tak lebih dari 5 menit setelah berada di ruang lobi, dengan sigap Ari Kriting mempersilahkan agar mencari tempat untuk sesi wawancara. Yang kemudian menuju ke lantai dua Palu Golden Hotel.

Pertanyaan yang sama dengan Kemal. Secara pribadi, bagaimana penampilanmu malam ini? Apakah sesuai dengan apa yang telah dibayangkan sebelumnya?
Ari: Kalau Sulawesi sih saya rasa sudah pernah di beberapa tempat sebelumnya, seperti di Palopo, Makassar. Saya juga kan sudah cukup lama bergaul dengan teman-teman di Palu. Saya juga kan orang dari Sulawesi. Jadi, kalau untuk penampilan saya merasa tidak terlalu kwahatir, karena rasanya itu seperti tampil dihadapan teman-teman, dan saudara-saudara. Dan penampilan disini tidak terlalu repot, tidak seperti tampil diluar daerah.

Adanya perbedaan logat atau pembahasan mengenai daerah, menjadi salah satu kesulitan dalam penampilan seorang comic, contohnya seperti yang dialami oleh Kemal dalam penampilannya tadi. Bagaimana menurut Ari tentang hal semacam itu?
Ari: Hal yang dihadapi Kemal disini, sama dengan hal yang saya hadapi ketika berada di Jakarta. Permasalahannya ialah, kita harus mengetahui terlebih dahulu kebiasaan-kebiasaan apa saja yang ada di daerah itu, dan harus jelih dalam memilih kata-kata.

Jadi, bagaimana cara bang Ari sendiri dalam mengatasi kendala seperti itu, ketika berada di luas Sulawesi?
Ari: Dalam hal berkomunikasi itu kan ada dua pembagian, yaitu dialog dan dialeg, nah yang dialog ini adalah penggunaan tata bahasa, berupa kata-kata. Sedangkan dialeg ialah cara pengucapan dalam berbahasa. Jadi, kalau saya pribadi sih, ya harus mempertahankan dialeg, tapi tetap menyesuaikan dialog. Dan dialog itulah yang harus ditata agar bisa dimengerti oleh semua orang. Jadi dialeg itu harus tetap dipertahankan, apalagi dialeg orang Indonesia timur.  

Pertanyaan terakhir. Selain menjadi seorang comic, apa saja kesibukan lainnya yang dilakukan oleh bang Ari?
Ari: Yah, saya juga masih kuliah, dan itu sedang dalam proses. Kuliahnya itu, Ya! Yah seperti itulah, hahaha. Saat ini saya fokus di Stand Up Comedy dan persiapan main film yang mungkin dalam penggarapannya juga butuh waktu yang cukup lama. Itu saja.

*Tulisan ini pernah diterbitkan di Majalah Terkam

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.