Ads Top

HET Gas Elpiji Subsidi Siap Naik



Merespon masalah kelangkaan gas elpiji subsidi beberapa pekan lalu di Palu dan sekitarnya, Joko Pitoyo Selaku General Manager PT. Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi dan Hiswana Migas Sulawesi Tengah memberikan penjelasannya disela acara peluncuran produk Bahan Bakar terbaru di SPBU Jalan Moh. Yamin, Palu.

Inisiasi dari kegiatan elpiji ini sebenarnya bukan dari pihak pertamina, karena kalau harga elpiji itukan ditentukan berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) dan itu sesuai kewenangan dari daerah masing-masing. Sebagaimana ideal HET gas subsidi di Makassar mencapai Rp. 15.500, jadi kemungkinan di Palu sekitar Rp. 18.000,-, ungkapnya, pada Kamis (13/4/2017).

Tak dapat dipungkiri pula jika terdapat perbedaan harga antara daerah kota dan pedesaan nantinya, karena Pertamina sudah menetapkan harga sampai ke agen, dan penyalurannya dari pangkalan sampai ke eceran itu telah menyesuaikan dari kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing.

Adapun program pendistribusian Tabung gas elpiji Bright 5,5 Kg non-subsidi, diharapkan dapat mengatasi kelangkan stok gas dari tabung 3 Kg subsidi.

Dalam menangani masalah gas ini pihak Pertamina telah berkordinasi bersama Gubernur Sulawesi Tengah, salah satu kebijakan yang diambil nantinya para pegawai negeri sipil (PNS) akan menggunakan produk bright gas 5,5kg sebagaimana gas subsidi 3 Kg itu tidak semestinya digunakan oleh masyarakat yang pendapatannya di atas rata-rata.

"Produk yang tidak disubsidi itu kan ada program tabung gas 5,5kg, jadi sebenarnya itu dikhususkan untuk pasar yang lebih tinggi, kalau untuk subsidi itu diperuntuhkan untuk masyarakat seperti pedagang atau yang berpenghasilan di bawah 1,5jt per bulannyalah." Ujar Joko.

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.