Ads Top

Payung Teduh Meneduhkan Kota Palu


Siang itu memasuki sesi waktu keluh kesah warga Kota Palu karena panasnya matahari. Padahal ini masih di dunia, bagaimana nanti di akhirat. Naudzubillah.. Mataharinya memang terik sekali. Jelas panaslah coy! Tapi apalah daya, tuhanlah yang maha kuasa.

Oke. Tepat jam 12 siang pada hari minggu (4/10), Majalah Terkam menerima panggilan untuk segera datang menghadiri meet n greet (sebut saja; temu akrab) bersama band tamu, Payung Teduh, dalam kegiatan Pentas Seni (Pensi) bertajuk Kolaborasi Seni Smada (KOSS) ke VII yang digelar oleh SMAN 2 Palu.

[30 menit kemudian..] Harap-harap cemas ternyata panas tak kunjung reda. Demi mengisi konten Majalah Terkam yang akan segera hitz, lekas kuatkan tekad dan niat untuk bergegas melangkahkan kaki menuju sebuah hotel, dimana Payung Teduh ditempatkan. Setibanya di hotel, ternyata meet n greet sedang berlangsung sejak 30 menit yang lalu. Hhmm.. Terpaksa menunggu di luar, toh ada mba resepsionisnya yang setia menemani di setiap waktu. Hehee..

[30 menit selanjutnya..] Terlihat beberapa orang asing berjalan keluar dari sebuah ruangan, yang ternyata mereka adalah Payung Teduh seteleh mendengar bisikan dari mba resepsionis. Langsung saja, trik sok kenal sok dekat, mendekat sembari menghadang langkah mereka.

Halo Payung Teduh..Kamu siapa?!

Saya dari Majalah Terkam mau tanya-tanya om..Oh, iya. Oke, okee..

Kota Palu panas. Bagaimana Payung Teduh dapat meneduhkan Kota Palu hari ini?!Kami selalu datang dengan energi rindu, kemanapun kami pergi. Entah kenapa ketika ada yang memanggil kami datang, di situlah kami mengolah rindu itu beramai-ramai. Sehingga kami berusaha sebisa mungkin untuk membuat suasana yang teduh, semacam kalian akan berada di sebuah kamar, teras atau ruang tamu sambil ngopi dan bersantai.

Seperti apakah karya atau lagu yang akan dibawakan oleh Payung Teduh?Yang lagi hits, pasti! Karena tidak bisa dipungkiri orang-orang menunggu itu. Tapi mungkin kami lebih memperhatikan urutan lagunya.

Bagaimana karya lagu kreatif menurut Payung Teduh?Karya kreatif itu pasti tidak bisa lepas dari kejujuran, jangan pernah capek menggali potensi kalian. Bukan sekedar band doang, tapi personaliti juga. Jadi, semua orang datang dengan warna, dan karakternya sendiri. Ya, itulah yang harusnya dijaga karena dengan cara seperti itu bisa memperlihatkan warnanya.

Pertanyaan terkahir. Ini kedua kalinya Payung Teduh di Kota Palu, apa harapannya?Mmm.. Harapan kami sama seperti ketika berada di panggung-panggung lainnya. Kita bertemu, bernyanyi, lalu tersenyum bersama. Kita menikmati sore hari ini, dan biarlah orang-orang sibuk dengan imajinasinya.

Okesip. Makasih. Foto-foto dulu om.Sip. Boleh, boleh..


*Tulisan ini pernah diterbitkan di Majalah Terkam

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.