Ads Top

Gelaran Perdana Terkam Fest Menyulut Antusiasme Kelokalan Para Kawula Muda


Respon massa pada kegiatan Terkam Fest yang digelar di Citraland Palu pada 27 September 2015 lalu, ternyata menuai pro dan kontra dari berbagai pihak secara umum. Padahal dalam pelaksanaannya yang juga turut merayakan momentum Hari Ulang Tahun Kota Palu di tahun ini, tak lain bertujuan untuk mengapresiasi karya dan menyulut antusiasme kelokalan para kawula muda.

Namun pencapaian serta harapan dalam pelaksanaan gelaran Terkam Fest, kenyataannya terlihat begitu tidak memuaskan. Budaya urban yang menjadi dominasi pada gelaran ini tampaknya sangat asing dan memerlukan penyesuaian di sejumlah kalangan massa.

Pada tahap pengerjaan pra-produksi kegiatan telah dimulai sejak Juni 2015, dengan mengajukan konsep acara ke berbagai pihak, komunitas, swasta maupun pemerintah kota sebagai usulan kegiatan dalam rangka sebuah pesta apresiasi muda-mudi yang sekaligus, ikut serta memeriahkan peringatan hari ulang tahun Kota Palu.

Melalui gerakan anak muda yang dinamis ditambah dengan keaneka ragaman komunitas bermunculan, serta kreasi yang telah diperlihatkan, menjadikan para insan muda juga turut andil dalam perkembangan Kota Palu. Akan tetapi adanya keterbatasan dalam menerima kesatuan bermasyarakat membuat pergerakannya masih sebatas dikalangan komunitas itu sendiri. Oleh karena itu, Terkam Fest mencoba berinisiatif membentuk ajang apresiasi melalui konsep acara yang dihadiri oleh beragam kelompok komunitas, maupun yang secara personal dengan peranannya masing-masing.


Dengan mengundang sejumlah komunitas anak muda maupun secara personal dengan latar budaya urbannya, diharapakan dapat mewadahi keragaman berkarya para kawula muda sebagai dedikasi untuk turut serta dalam perkembangan Kota Palu saat ini hingga pada masa yang akan datang.
Gelaran perdana Terkam Fest ini memiliki beragam rangkaian acara dengan beberapa konten seperti, meet n greet community, panel discussion, workshop, art exhibition, music concert, firework party serta pengambilan video selfie ucapan selamat ulang tahun Kota Palu bersama para pengunjung sebagai penutup acara.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.30 Wita, segelintir anak muda yang berkumpul di area komunitas memulai aktivitasnya, diantaranya para Skateboarder dan BMX rider yang beraksi dengan performnya. Juga performing art dari beberapa komunitas seni serta personal. Di samping itu, ruang diskusi yang berada dilantai dua gedung Ruko Citraland pun mulai dipadatkan oleh para peserta, dengan pembahasan diskusi mengenai media dan budaya pop, Think out of the box dan industri musik indie.

Rahmat Saleh selaku Dosen Arsitektur sekaligus pemateri pada sesi diskusi think out of the box menilai gelaran perdana Terkam Fest dapat menjadi pemantik semangat, tak hanya dari anak mudanya yang terus produktif namun juga Kota Palu yang lebih baik lagi. "Perlu banyak lagi orang seperti yang di lakukan teman-teman Terkam, jadi biar Palu ini lebih semangat. Acara seperti ini dapat memancing kreatifitas, semangat, dan memberi motivasi kepada anak muda kota palu, untuk Palu lebih baiklah" seru Rahmat Saleh

Kemudian Rahmat Saleh juga melanjutkan di pertambahan umur Kota Palu yang ke 37, banyak hal yang perlu diharapkan kedepannya salah satunya peran anak muda. "Bagi saya mari selalu kita maknai setiap kejadian itu dengan langkah-langkah yang lebih maju, kita semakin tua seharusnya bisa menjawab berbagai permasalahan, persoalan Palu ke depan, jadi sudah saatnya kota ini memperhatikan semangat-semangat anak muda, karena merekalah yang nanti membuat Palu ini lebih baik" jelas Rahmat Saleh.


Pada penyelenggaraanya yang secara swadaya telah diupayakan semaksimal mungkin walaupun demikian, kata pembelajaran masih perlu dilekatkan demi sebuah progresivitas. Sehingga pesta muda-mudi ini tak terlepas dari peran partisipasi serta antusiasme anak muda Kota Palu itu sendiri.

Memasuki waktu malam antusiasme kawula muda kian ramai, berbagai konten umur hingga latar belakang yang beragam semakin memadati lokasi acara, dengan sajian musik sebagai konten puncak acara, dipercayakan sebagai hiburan universal. Dengan menghadirkan lokal band seperti, We Made Disaster, Cosmogony, KB 18, Prince Of Mercy, Hot Dog In Blue, dan Scarhead Barricade.

Namun salah satu hal yang tidak memuaskan, yaitu pecahnya massa di sesi akhir acara musik yang sedang berlangsung. Terjadi insiden perkelahian yang saling memanas hingga memberhentikan acara. Perkelahian itu dipicuh oleh kesalahpahaman dua orang yang saling ber-moshing ria hingga pada kontak fisik yang berlebihan, lalu kemudian memancing pecahnya kelompok massa. Atas insiden tersebut, acara pun berakhir secara mendadak.

Demikian hal itupun menghasilkan pengalaman-pengalaman menarik yang dapat dijadikan pelajaran untuk ke depannya. Gelaran Terkam Fest pun memiliki hal-hal menarik nan seru, yang dimulai dari pra-produksi sampai pasca produksinya.

Tanpa dokumentasi, publikasi serta evaluasi, penyelenggaraan Terkam Fest pun dianggap biasa-biasa saja dengan penyajian acara yang berisi konten seperti, penampilan band, diskusi panel, aksi lukis, stan jualan, temu komunitas, dan sebagainya. Sehingga diperlukan pula partisipasi berbagai pihak untuk mengoreksi proses awal hingga usai pelaksanaan kegiatan.

Rahmat Ibrahim pemateri industri musik indie, juga turut memberikan saran untuk gelaran Terkam Fest selanjutnya yang seharusnya lebih matang lagi. "untuk tahun ke depan saran saya buat lagi sesuatu yang lebih terencana buat publishing-nya, jadi kalian lebih buat informasi yang terserbar satu kota ini tahu" ujar Rahmat Ibrahim

Layaknya seperti manusia yang membutuhkan asupan makanan, Kegiatan ini pun diharapkan bukan hanya mengisi waktu luang semata namun juga dapat menjadi kebutuhan masyarakat Kota Palu, demi pertumbuhan Kota Palu sendiri. Keep strong yeahhhhh.. 

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.