Ads Top

Bahas Ekonomi Kreatif di RIC Fest Tour 2015


Memasuki tahun keenamnya, bertajuk Rock In Celebes Festival Tour 2015, Chambers Entertainment sebagai promotor acara menawarkan konsep barunya melalui kegiatan tur ke beberapa daerah di Sulawesi. Salah satunya Kota Palu, yang terpilih sebagai kota pembuka gelaran acara musik terbesar di Indonesia Timur. Berlangsung selama dua hari, yaitu 24 - 25 Oktober 2015. Di Lapangan D’Class, Taman Ria Palu.

Terdapat beberapa rangkaian acara yang ditawarkan, seperti music concert, conference, games, dan market booth. Hal itu telah menjadi bagian dari perhelatan Rock In Celebes dalam menggerakan kegiatan ekonomi kreatifnya.

Hardiansyah atau yang biasanya disapa Ardi, selaku inisiator Rock In Celebes, pada sesi diskusinya mengenai Ekonomi Kreatif telah banyak berbicara mengenai konsep dalam menumbuhkan minat anak muda untuk ikut andil di sebuah kegiatan festival Rock In Celebes. "Anak muda lokal itu pastinya punya harapan dan keunggulan tersendiri yang seharusnya perlu dikembangkan", Ujar Ardi.

Ia melanjutkan, pada zona Sulawesi secara keseluruhan, sebenarnya kita sudah mempunyai sarana dan prasana yang memungkinkan untuk melakukan banyak kegiatan. Kalau dari kacamata Rock In Celebes, hal yang paling utama ialah bagaimana merangkul talenta yang terdapat di setiap daerah. Itulah modalnya, dan ternyata tiap daerah memang memiliki masing-masing potensi.

"Di sebuah festival, Rock In Celebes mempunyai konten yang bukan hanya musik. Harus ada fasilitas lainnya untuk menimbulkan suasana nyaman pada semua pengunjung, itu juga yang menjadi salah satu konsentrasi kami. Kami berharap orang-orang bukan hanya menonton konser, tetapi juga bisa menikmati suasana dan lain sebagainya. Salah satunya refreshment area yang dibutuhkan oleh semua orang." Tegas Ardi.


Hal lainnya, biasanya ada juga keluhan ketika ingin membuat sebuah kegiatan, yaitu kesulitan mendapatkan sponsor. Padahal mindset teman-teman sekarang harusnya berbeda. Dalam sebuah festival juga harus terdapat keuntungan lain dari sisi pengunjungnya itu sendiri. Minimal terdapat basis massa dengan beragam sumber dayanya yang kemudian dapat dikelolah secara maksimal.

"Toh, tanpa ada sponsor kita juga harus berusaha agar tetap bisa jalan. Tidak perlu bergantung dengan sponsor. Itulah misi kita. Harapannya festival Rock In Celebes ini mempunyai bisnis yang bagus, dalam artian terdapat penonton yang banyak dan jelas. Seperti pengalaman pada festival lainnya, kegiatan itu hanya membutuhkan penonton yang efisien dan efektif dalam mengikuti acara yang sedang berlangsung". Ujar Ardi.

Intinya penyelenggaraan acara semacam festival sudah semestinya dapat memanjakan para pengunjung. Mulai dari bagaimana dia mau menikmati acara, sajian musik, stan makan serta dapat berbelanja, hingga kegiatan tersebut menjadi semacam sebuah tempat liburan.
 

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.