Ads Top

Distribusi LPG Non-Subsidi 5,5 Kg Dinilai Belum Efektif


Pendistribusian gas LPG non-subsidi 5,5Kg saat ini dinilai tidak menjadi jaminan untuk meredahkan kelangkaan LPG subsidi 3Kg, dikarenakan kurangnya peran pemerintah daerah dalam menyikapi masalah secara tegas mengenai kebijakan dan  pengawasan penggunaan LPG di masyarakat.

Menanyakan program distribusi gas LPG Non-Subsidi 5,5Kg. Adnan, pemilik pangkalan gas yang berada di Jalan Gn. Sidole, menjelaskan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan gas LPG subsidi 3Kg lebih besar daripada non-subsidi 5,5Kg. Selain harga yang jauh lebih murah, ukurannya juga lebih simpel untuk digunakan.

"Saat ini kami juga masih menunggu stok gas non-subsidi 5,5Kg dari agen, padahal sudah dipesan beberapa hari lalu." Ujar Adnan. Kamis (30/3).

Sementara itu saat diklarifikasi ke PT. Trio Celebes Abadi sebagai salah satu agen gas LPG yang beralamat di Jln. Kartini, Ucu selaku manajer mengakui adanya keterlambatan pengisian ulang tabung gas, sehingga stok yang harus diantar ke sejumlah pangkalan masih menunggu dalam waktu dekat.

Adapun edaran informasi dari pertamina yang menerapkan bahwa seluruh agen maupun pangkalan harus menjual gas LPG non-subsidi 5,5Kg untuk mengatasi kemungkinan habisnya gas LPG subsidi 3Kg.
 
Ucu menanggapi persoalan distribusi gas non-subsidi 5,5Kg ini, kalau mau dijalankan secara benar, semestinya tabung 3Kg ditarik terlebih dulu, serta melakukan pendataan ulang untuk memutuskan mana pengguna yang berhak menggunakan subsidi dan non-subsidi.
 
Diharapkan juga pemerintah harus mengambil sikap lebih tegas dalam mengawasi distribusi gas agar tidak terjadi masalah yang sebenarnya bisa diantisipasi sebelumnya. Bukan nanti ketika terjadi masalah kelangkaan baru mulai bertindak. Padahal ada kegiatan operasional pasar sebagai program pemerinta untuk mengawasi distribusi dan penjualan yang sedang berjalan. Jelasnya.

No comments:

Jeluang 2014. Powered by Blogger.